Pertama Kali ke Atambua NTT, Dirjen Imigrasi: Kami Siapkan Pokja Perbatasan

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Silmy Karim mengaku baru pertama kali menyambangi Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berkunjung ke Pos Lintas Batas Tradisional (PLBT) Turiskain dan Pos Lintas Batas Nasional (PLBN) Montaain.

Mengamati kondisi di sana, ia mengucapkan telah menyiapkan golongan kerja atau Pokja Perbatasan slot77 untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Ini pengalaman aku yang pertama di NTT, ke Atambua saja yang pertama apaalgi ke PLN di NTT, ini yang pertama. Jadi sebelum NTT aku sempatkan ke Papua untuk mengamati juga Pos Lintas Batas di sana, kebetulan yang kami lihat PLBN, sehingga di sini aku mengamati ada gap yang signifikan,” tutur Silmy di PLB Tradisional Turiskain, Raihat, Belu, NTT, Jumat (8/3/2024).

Kedatangan Silmy ke perbatasan NTT tak dengan tangan kosong. Dia membawa sebuaj perencanaan dalam rangka membangun fasilitas sarana prasarana yang lebih memadai, khususnya dalam hal kesibukan imigrais dan sarana mitra lainnya.

“Sehingga bisa telihat dan terasa sesuai bagi pekerja yang bertugas dan pelintas. Jadi kami telah membuat suatu Pokja Perbatasan yang nantinya akan membuat agenda, kemudian dilanjutkan dengan mungkin juga anggaran dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan implemetasi agenda hal yang demikian,” jelas ia.

Perlu Ada Sinergi
Dia menegaskan tak cuma membangun sarana prasarana imigrasi yang ada di ibu kota saja atau pun Daerah Pemeriksaan Imigrasi (TPI) udara dan laut, tapi juga lintas darat. Karena itu, kunjungan kerja sebelumnya ia sempatkan untuk mengamati lantas perbatasan di Kalimantan dan Papua.

“Tentu di sini perlu ada suatu sinergi, bagus Direktorat Jenderal dan Kanwil NTT dan mitra lainnya, apakah pemerintah daerah, karena konteksnya masalah lahan dan prioritas, serta hak-hak yang bisa menyukseskan agenda kita,” kata Silmy.

Perlu Memperoleh Perhatian
Lebih lanjut, fasilitas PLBT betul-betul perlu menerima perhatian, bagus soal sarana prasarana, alat komunikasi, hingga teknologi IT.Dengan demikian itu, akan ada standar untuk seluruh PLBT, termasuk sarana daerah tinggal petugas dan mitra kerja.

“Aku pastikan ABT-nya akan bisa tereksekusi, pun apabila ada usul yang kaprah-kaprah dibutuhkan, bukan cuma di sini. Aku berharap juga anggota kita itu berprofesi dengan bagus dan bisa optimal. Jangan hingga kita tehambat karena masalah sarpras,” Silmy menandaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *